Jejak Bakti di Bumi Sowite: Perjalanan Pengabdian Saya
Awal Mula dan Akar Pendidikan
Lahir dan tumbuh besar di Kota Kendari, Saya memulai langkah pertamanya mengejar ilmu di SD Negeri 1 Kendari dan menyelesaikannya pada tahun 1993. Semangat belajarnya kemudian berlanjut di SMP Negeri 2 Kendari (lulus 1996) dan SMU Negeri 2 Kendari (lulus 1999).
Kecerdasan dan ketekunannya di bangku sekolah mengantarkan Saya menembus ketatnya persaingan perguruan tinggi melalui jalur Bebas Tes di Universitas Halu Oleo. Di sana, ia memilih bergelut dengan angka dan logika di Fakultas MIPA Jurusan Matematika, hingga berhasil menyandang gelar sarjana pada tahun 2004.
Menjemput Panggilan Menjadi Pendidik
Tantangan dunia kerja pada tahun 2005 tidak menyurutkan semangatnya. Alih-alih menyerah pada keadaan, Saya justru memperdalam kompetensinya dengan mengambil program Akta IV demi mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik yang profesional. Setahun kemudian, pengabdiannya dimulai di dunia pendidikan swasta saat ia dipanggil untuk mengajar di SMAS Kartika, sebuah sekolah ternama yang menjadi kawah candradimuka pertamanya sebagai guru.
Dedikasi untuk Kabupaten Muna
Titik balik besar dalam kariernya terjadi pada tahun 2009. Setelah tiga tahun mengabdi di sekolah swasta, Saya resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mendapatkan amanah tugas di Kabupaten Muna. Di sinilah babak baru dedikasinya dimulai, tepatnya di SMA Negeri 2 Tongkuno.
Bagi Saya, pendidikan adalah proses belajar yang tidak pernah usai. Di tengah kesibukannya mengajar, ia memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah pada tahun 2021 untuk menempuh jenjang S2 di Universitas Halu Oleo. Gelar magister berhasil ia raih pada tahun 2023, sebuah pembuktian bahwa usia dan jarak bukan penghalang untuk meningkatkan kualitas diri.
Lebih dari Sekadar Pengajar
Kini, Saya dikenal sebagai sosok yang multifungsi di SMA Negeri 2 Tongkuno. Selain menjadi Guru Matematika yang membimbing siswa menaklukkan angka, ia juga mengemban tanggung jawab besar sebagai:
Dari hiruk-pikuk Kota Kendari hingga ketenangan pengabdian di Tongkuno, perjalanan Saya adalah bukti nyata bahwa ketekunan, kesabaran dalam mencari peluang, dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci utama dalam mencetak masa depan bangsa.